Libur Oktober 2021 Kapan? Ini yang Perlu Diperhatikan【5 juta skor sepak bola jalanan jaring loteri】

  • 时间:
  • 浏览:0

Dalam SKB tersebut, libur Maulid Nabi yang jatuh pada 19 Oktober digeser menjadi 20 Oktober 2021. Libur peringatan tahun baru Islam 1443 H yang awalnya jatuh pada 10 Agustus 2021 juga diubah menjadi Rabu 11 Agustus 2021. Sementara Untuk cuti bersama Natal 2021 yang jatuh pada 24 Desember 2021 pun ditiadakan.

"India itu kan ketika dia sudah rendah, kemudian terjadi pelonggaran-pelonggaran, bahkan ada acara keagamaan, akhirnya naik lagi. Itu kami tidak ingin itu terulang di Indonesia," ujarnya.

Aturan soal libur Oktober 2021 dimuat dalam surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. SKB ini diteken pada 18 Juni lalu.

Baca selengkapnya soal kabar libur Oktober 2021 di halaman selanjutnya.

Lantaran mencegah adanya hari kejepit di tengah pandemi Corona, pemerintah menggeser libur Oktober 2021 ini. Libur Maulid Nabi bergeser sehari kemudian, yakni jatuh pada 20 Oktober 2021.

"Kalau liburnya tetap di Selasa, akan banyak orang memanfaatkan Senin itu untuk bolos atau izin, tapi sebetulnya niatnya untuk memperpanjang liburnya, dan itu akan terjadi pergerakan orang besar-besaran," sambungnya.

"Justru dengan keadaan turun itu, kami tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman, setiap turun, kemudian kita membiarkan libur panjang tanpa ada intervensi kebijakan, itu akan diikuti dengan kenaikan kasus," tuturnya.

Lalu libur Oktober 2021 kapan? detikcom merangkum informasi selengkapnya berikut ini.

Menanggapi alasan pandemi sehingga libur Oktober 2021 digeser, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, angkat suara. Dia menyoroti dilonggarkannya aktivitas lain di masa PPKM saat ini namun pemerintah mengambil langkah untuk menggeser hari libur.

-

Ma'ruf Amin juga mengambil contoh lonjakan kasus yang sempat terjadi di India. Jika dibiarkan, ditakutkan protokol kesehatan akan longgar saat hari kejepit.

Cholil juga menyebut hari libur harusnya mengikuti hari besar keagamaan. Bukan malah sebaliknya.

Libur Oktober 2021 kapan saja? Dengan mengetahui hari libur, masyarakat biasanya merencanakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga.

Senada dengan Wapres, Menko PMK Muhadjir Efffendy juag menyoroti tren ambil cuti untuk memperoleh libur panjang jika libur Maulid Nabi Muhammad SAW tidak digeser.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin turut menjelaskan alasan perubahan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Pihaknya menyoroti hari kejepit.

Dengan kata lain, jika libur tak digeser, terjadi mobilitas tinggi yang memicu lonjakan kasus COVID-19. Hal ini pun diantisipasi oleh pemerintah.

Kementerian Agama menjelaskan kembali terkait libur Maulid Nabi 2021. Meski digeser, Maulid Nabi Muhammad tetap 12 Rabiul Awal. Hanya hari liburnya yang digeser.

"Saat WFH dan COVID-19 mulai reda, bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan," kata Cholil dalam akun Twitter-nya, @cholilnafis (ejaan sudah disesuaikan), Senin (11/9).

"Kami menggeser itu untuk menghindari orang memanfaatkan hari kejepit itu, sehingga orang keterusan (liburan). Oleh karena itu, kami coba (menggeser) itu, walaupun memang (kasus COVID-19) sudah rendah, tapi kita tetap antisipatif," kata Wapres Ma'ruf Amin, dilansir Antara, Minggu (17/10/2021).

"Karena kita melihat kalau kemudian hari libur itu ditetapkan pada tanggal sebelumnya (tanggal 19), maka akan berpotensi ada satu jeda hari yang kosong sehingga mungkin bisa dimungkinkan masyarakat mengambil cuti sehingga hari libur menjadi lebih panjang, jadi tanggal 19 Oktober, bertepatan hari Selasa itu, nah jadi kalau ada hari masuk sebelumnya (Senin) 18 Oktober bisa jadi dijadikan hari ambil cuti sehingga liburnya menjadi panjang," jelasnya.

"Nah kalau kemudian libur menjadi panjang, maka kemudian akan terjadi kerumunan di tempat wisata dan segala macamnya lah, sehingga kita antisipasi agar tidak terjadi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Kemenag menjelaskan alasan di balik bergesernya satu-satunya hari libur Oktober 2021 ini. Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz. Dikatakan jika libur Maulid Nabi Muhammad tidak digeser dan tetap dilakukan pada 19 Oktober 2021, ada potensi masyarakat akan mengambil cuti pada hari sebelumnya, yakni Senin, 18 Oktober 2021. Menurutnya, jika terjadi, bisa muncul potensi kerumunan masyarakat.

"Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama," ucap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

"Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK, bukan HBK yang mengikuti hari libur. Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK, berarti bonus, karena kita memang selalu libur," papar dia.

"Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/10/2021).

"Itu pertimbangannya semata-mata adalah untuk menghindari masa libur yang panjang, karena di celah antara hari libur dengan libur reguler (Sabtu dan Minggu) itu ada hari kejepit, yaitu hari Senin," jelas Muhadjir.

Dikabarkan hari libur yang jatuh pada bulan ini juga mengalami pergeseran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan COVID-19.

Di bulan Oktober 2021, hanya ada satu libur nasional yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi tahun ini jatuh pada 12 Rabiul Awal atau 19 Oktober 2021.